Penulis

Wartawan yang meyakini bahwa jurnalisme bukan monopoli wartawan. Karena kebenaran, dan juga ketidakbenaran, bukanlah monopoli siapapun.

Anak kesayangan Tuhan. Sejak kecil menyimpan cita-cita untuk menjadi seorang detektif sekaligus pembunuh bayaran.

Feed your daily ego with oxymoron. Jurnalis dan Penulis Lepas.

Penulis, pemalas, pembangkang. Hubungi saja di @propaganjen.

Blogger partikelir asal Magelang. Penulis buku "Jomblo tapi Hafal Pancasila", "Bergumul dengan Gus Mul", dan "Diplomat Kenangan".

Sopir truk, sementara ini ngekos di Perth, Ostralia, kadang-kadang balik ke Jogja. Penulis buku Out of The Truck Box ini dapat dijumpai di akun Fesbuk-nya.

Masih meyakini bahwa mengkliping itu kerja budaya. Pendiri @warungarsip dan @radiobuku.

Founder and CEO sebuah perusahaan (kecil) di bidang Strategic Communication Consultant

Arsitek partikelir, kadang-kadang menulis untuk mempertahankan eksistensi. Tinggal di Malang, bisa dihubungi di akun fesbuknya.

Senang makan-makan, sedih minum-minum.

Kapiran. Juragan air mata.

Penerjemah partikelir. Minta doa agar bisa sarjana semata demi kebahagiaan kedua orang tua.

Pemusik kuli yang masih terus berusaha menggabungkan antara jurus-jurus Kungfu Hustle dengan David Foster.

Pedagang yang calon doktor Islamic Studies yang resah sama “Minyak Babi Cap Onta”.

Kuli buku di Indie Book Corner (IBC) dan nulis bola di fandom.id. Biasa ngoceh di @dafidab.

Penyuka jalan-jalan dan musik bagus. Jurnalis, Penulis lepas dan Penyunting.

Kakaknya para brilian. Sahabat Peterpan dari buaian hingga liang lahat, Sahabat Noah sejak dari pikiran.

Pensiunan pembela kebenaran, dua kali gagal tes CPNS

Blogger kebanyakan hiatus, programmer jarang ngoding.

Mojok.co. Media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Sebuah media alternatif dengan konten segar dan menghibur. Media untuk bersenang-senang dan bergembira bersama.

Mojoker, suka nglamun dan sering nyinyir.

Tukang jupuki jimpitan.

Staf Marbot di Langgar al-Istiqomah, Yogyakarta

Produsen busana dengan bordir kaligrafi berisi pesan perdamaian dan kesetaraan dalam Islam: Modesty Indonesia

Beribu boru Hutasuhut dan berayah Nasution. Tremor. Punya keahlian ngelamun, bahkan (dan terutama) di tengah-tengah diskusi yang memanas

Wartawan tapi lebih gemar mengulik isapan jempol. Mukim di Jakarta, bisa diajak main dari akun twitter-nya: @ardyanme.

Seorang tukang potong kaca yang dilahirkan di Tangerang 27 tahun silam dan kini bermukim di Cepu, Jawa Tengah. Bisa ditemui di akun Facebook-nya, Kukuh Purwanto, atau disapa di nomor 082326521957.

Bekas pedagang contekan. Penggemar komik dan kartun. Nyasar di Malaysia selama tujuh tahun, tersesat di Departemen Fisika University of Malaya selama tiga tahun. Kadang suka menulis fiksi maupun non-fiksi.

Semacam editor dan penikmat kopi dan rokok.

Gerilyawan

Kretekus sekaligus mahasiwa tingkat akhir yang tak kunjung lulus.

Penulis magang di Birokreasi.com.

Penulis novel, sepakbola, dan film India. Tinggal di pinggiran Jogja. Menyukai teh dan membenci pom bensin--kecuali toilet umum dan ATM-nya.

Anggota Redaktur Jurnal Wacana, Insist Press. Suka memasak, berburu jamur, dan mancing ikan.

Koki amatir, spesialis makanan pedas.

Fans Chelsea yang benci permainannya. Sedang berjuang lulus UN.

Perempuan yang sedang menuju jalan pulang dan meyakini bahwa "mencari kebahagiaan" itu overrated.

Ibu muda. Agak suka memasak, lumayan suka menggambar, paling suka kopi.

Menulis, meneliti, dan mengulang.

Peraih master (S2) Strategi Intelijen UI yang sedang belajar jadi dukun jawa bersyariah.

Punya nama pena: Sobrakh. Pencandu cengek. Pencinta poni garis keras.

Tukang ketik kode. Suka minum kopi dan makan tempe mendoan.

A sinner, a lover, a traveller.

Baru lulus kuliah, masih nganggur.

Mahasiswa yang kurang pantas disebut mahasiswa. Percaya bahwa pengangguran adalah pekerjaan terberat karena tidak semua orang bisa menjalaninya dengan ikhlas

Hidup hanya sementara. Hidupku hanya untuk bercanda dan membuatmu tertawa. Nella Fantasia. Create Your Fantasy.

PNS gendut dengan rekening kurus. Suka menonton film dan gambar-gambar anak kucing maupun anjing. Kadang-kadang menulis di Birokreasi.

Freelancer medioker untuk segala bidang seni dan antropolog haus lapangan. Sekarang tinggal di Washington DC untuk menyelidiki kosmologi gembel dan tupai di taman kota.

Pekerja buku di Indie Book Corner. Tukang masak sambal pedas ultraortodoks.

Masih mahasiswa. Suka nggambleh. Bisa dihubungi di @isidorusrio_.

Pendukung move on garis keras, teman bagi para jomblo kondisional, suka khilaf-ah bukan khilafah.

Penulis Buku Ayat-Ayat yang Disembelih dan Mencokok Ahok

Jurnalis Jawa Pos dan Pengamat Terorisme. Pernah menyusup ke kamp pelatihan teroris di Mindanao, Filipina Selatan. Jujur, ksatria, dan sedikit sombong. Agak mirip Lee Min Ho.

Seorang mahasiswa yang hidup bersama bayang-bayang mantan. Piye, enak jamanku to?

Golongan darah AB. NIM dirahasiakan. Suka WhatsApp ketimbang Line dan BBM. Sedang sibuk berteman.

Pemain futsal amatair. Sudah, itu saja

Pembaca lepas. Penikmat keheningan malam.

Biasa menulis tentang sepakbola di @Fandom_ID. Selain sepakbola, juga gemar akan film, musik, dan makanan enak.

Hanya anak warung biasa, penderita hyperkifosis

Pengulas segalanya. Pengguna sekaligus pengkritik fasilitas umum.

Seorang guru dan pecinta musik hardcore

Pegiat Cileunyi School of Thought. Sehari-hari jaga gawang di Pejambon.

Bapaknya Ashfa. Tinggal di Solo.

Masih anak kecil. Suka main perosotan, nonton film, dan tertawa sering-sering.

Istri, ibu, penulis, daaaaaaan pe-en-es :p

Sukarelawan Lembaga Informasi Perburuhan Sedane. Sedang nabung bareng di Credit Union Gerakan Lingkar Massa.

Penikmat Jalanan, pembenci kemacetan.

Penikmat apem, putu, dan kue keju. Senang tidur siang.

Baperis, Lagi Nykripsi, bergiat di Sanggar Sastra Purwakarta

Duda beranak satu, namanya Sigi

Sedang belajar di Pascasarjana Universitas J, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, penggemar nasi liwet pincukan dan kopi sachetan

Saat ini sedang merantau menjadi TKI di luar Indonesia.

Bukan orang penting, kecuali Anda mau-maunya mementingkan saya.

Seorang Mamak dua balita yang ingin sekolah lagi

Maya Lestari GF adalah seorang Mojokers

Seorang pemuda yang pernah nyentrik di beberapa pesantren dan selalu bergetar dengan kebudayaan Jawa-Nusantara.

Tinggal di Palu. Pecinta kopi kampung. Suka menyendiri. Punya mimpi nongol di tivi.

Penulis lepas, pencari kerja, warga Yogyakarta. Tidak punya twitter.

Perokok, penikmat kopi, dan tentu saja, captikus.

Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin yang bercita-cita menjadi dokter spesialis telinga.

Pekerja kantoran yang tergelitik untuk mencoba menulis sejak membaca mojok.co. Lahir di Magelang, dengan status pejabat (peranakan jawa batak), lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi UGM dan sekarang bekerja sebagai buruh tambang.

Lulusan STAN yang sehari-hari mengabdi untuk bangsa, negara dan calon istri.

Belum menikah. Suka koko-koko gitu deh.

Managing Editor Detikhot.

Pendiri & Editor http://www.panditfootball.com

Ibu rumah tangga merangkap PNS, berputra satu, tinggal di Magetan.

Jurnalis lepas untuk sejumlah media online dan majalah.

Lulusan Filsafat UGM yang sedang mencari tambatan hati. Wartawan sebuah almarhum media di ibukota.

Tukang baca. Tukang ketik. Tukang online. Tukang udud. Itu sudah.

Editor lifestyle harian nasional yang juga pembeli sekaligus penjual tas online.

Masih pelajar ingusan. Selalu bermimpi ngedate bareng Raisa. Sering berselancar di dunia maya memakai akun @erald_david.

Setelah gagal wujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi dokter. Ia realistis, sekarang cita-citanya sederhana saja, punya pacar dokter. Peracik kopi di minumkopi.com.

Pencinta buku dan pengkaji ekonomi. Penggemar kuliner dan penyuka bunga tanpa duri.

Sekolah tanpa henti sejak umur 5 tahun.

Penulis jarang menulis

Terjebak di dua generasi berbeda, dan mengerjakan pekerjaan yang katanya sia-sia.

Pejuang emansipasi yang bercita-cita jadi puteri sejati.

Lurah di Komunitas Literasi Omah Aksoro Jakarta

Menulis puisi dan cerita pendek. Nggak pernah jomblo.

Penulis lepas. Pejuang LDR. Pengaggum Poppy Sofia

Manusia tanpa status sosial. Sedang mencari lembaga advokasi jomblo terakreditasi.

Petani, tinggal di Lamongan

Pemulung lelucon. Staf pengajar Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta.

Masih berharap Manchester United bisa juara BPL musim ini. Bisa dihubungi via Twitter: @adesaktiawan

Jurnalis video, pendiri watchdoc.co.id. Saat ini sedang dalam perjalanan Ekspedisi Indonesia Biru (1 Jan - 31 Des 2015).

Seorang profesional yang sedang belajar jadi amatir, jarang nonton tivi tapi doyan binge watching. Tinggal di tengah kota di antara hutan sawit.

Editor in Chief di Hifatlobrain.net

Penggemar Chelsea Islan dan Olivia Munn garis keras. Pendengar Alter Bridge & Queen karbitan. Pria ber-KTP Solo ini sudah membela Portugal dan Manchester United sejak Dian Sastro masih kucel.

Santri par excellence di tepian Ringroad Selatan, Yogyakarta

Sehari-hari nyamar jadi PNS. Kadang anak kos.

Mahasiswa Arsitek akhir zaman. Bahagia menulis, melamun, dan mencinta dalam waktu bersamaan.

Penggemar setia sambel tumpang

Fotografer, sekarang kerja di salah satu perusahaan energi di Dieng

Anak kampung sebelah.

Politikus PDI Perjuangan

Penyuka kerupuk secara laten dan ambisius.

Tukang asong buku di jualbukusastra.com.

Penulis, tinggal di Jakarta. Dua novelnya, "Cantik itu Luka" dan "Manusia Harimau" baru-baru ini terbit dalam bahasa Inggris.

Dipaksa pulang kampung buat jadi guru tapi belum mau. Bisa dihubungi di @romdlonadi

Biduan dari Malang yang tak lagi malang.

Pernah jadi jurnalis di beberapa media (Majalah Cakram, Tempo News Room, majalah a+, dan majalah Dewi)

Saya arsitek, serabutan, dan lelaki yang apalah.

Petani, penikmat bola dan kopi hitam

Satu dari sekian banyak penggemar boots, kamera, dan majalah. Antusias pada punk rock.

Emak biasa, sering dijuluki Bidadari dari Pohon Ketapang (BPK) atau Manusia Setengah Bengkoang karena lamaaa sekali menulis di majalah pepohonan.

Marzuki “Kill the DJ” Mohamad, pendiri Jogja Hip Hop Foundation dan Libertaria

Salah satu Plat B yang kejebak macet di antara plat AB.

Penulis merupakan penulis lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang aktif menulis dan suatu hari nanti akan dikenal sebagai penulis andal.

Penikmat kemacetan Ibukota. Pengagum wanita dan Yang Menciptakannya.

Lelaki yang Takut Gelap

Baru lulus meski tidak lagi segar, sempat menjadi copywriter di Jakarta dan saat ini kembali ke Jogja untuk kembali menjadi manusia.

Semacam penjelajah rimba, penikmat kopi, rokok dan senja

Sudah menikah, dengan seorang perempuan Madura. Hati-hati.

Penyayang kucing, Pempek mania, bekerja di perusahaan swasta, pencetus gaya hidup urban "pelesir di fly over pada dini hari". Pernah menerbitkan buka dan returnya masih banyak banget.

Pembuat film kelas B berkualitas A minus. Menerima pesanan koreografi laga untuk ketoprak dan ludruk.

Penulis dan pesepakbola gagal, sedang berusaha menjadi penulis sepakbola.

Seorang Mahmud Abas (mama muda anak baru satu) yang sedang berjuang menyelesaikan tesis

Rakyat biasa. Mencintai suami. Menyukai kopi, senja dan kenangan.

Penulis cerpen. Selain menulis, ia juga mendalami Ericksonian Hypnosis.

Art Director at Tirto ID

Pelantur masa depan sejak dalam pikiran

Bekerja di Politwika.

Seorang WNA (WoNogiri Aseli), bisa dikritik di: j.indarto@gmail.com.

Seorang editor. Berusaha menurunkan berat badan dengan memperbanyak makan mie rebus. 

Seorang HRD yang sibuk mencari karyawan untuk memenuhi kebutuhan SDM di tempat kerjanya, hingga lupa untuk mencari pendamping hidupnya sendiri.

Aku hanya seorang pengangguran teologis

Jurnalis di Liputan6.com

Jurnalis yang bercita-cita menjadi penyair.

Mahasiswa tingkat akhir zaman. Tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Berpacaran jarak jauh dengan seorang wota kroco (?). Tidak fotojenik. Suka menulis, tapi punya banyak kesukaan lainnya.

Peneliti pemula bidang ekonomi inovasi.

Pengamat media dan sepak bola. Dosen Ilmu Komunikasi UMY.

Penulis advertorial juga pengguna KRL.

Penulis dan pengamat yang tak ditulis dan diamati orang-orang.

Pengajar pada Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada. Sejak 2006, berkidmad sebagai Direktur Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)

Komikus gagal asal Malang. Manggung 12 kali lucu 2 kali

Suka Dian Sastro, seperti Puthut EA. Milanisti. Bahkan anak saya namanya Milannisa.

Ibu bekerja dengan satu anak, terobsesi dengan feed Instagram. Sering curhat, ngasih tips, dan marah-marah di blog pribadi annisast.com. 

Penikmat kolesom

Mamah Muda Pejuang ASI.

Master of no one.

Alumni HI UGM, PNS (Pegawai Negeri Sihir)

Masih mahasiswa tingkat akhir yang suka nongkrong didepan kelas sembari mengamati adik angkatan.

Kuli tinta yang nggak pernah punya pulpen. Terus belajar dari kehidupan, yang ternyata jauh lebih sulit daripada pelajaran Matematika dan Fisika

Teman curhatnya Windu Jusuf

Penikmat film dan literasi

Pekerja independen yang sedang bantu-bantu Ibu Kota

Mahasiswa asal Papua Barat, sedang kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta.

Campurkan tukang mewek dan penggerutu jadi satu, niscaya, jadilah aku.

Dia. Kata ganti orang ketiga tunggal. Nggak ada duanya.

Wartawan galau, tinggal di Surabaya. Bisa dijumpai di twitter @andinurroni.

Selalu memimpikan Homer Simpson dan Patrick Star menjadi pemimpin dunia

Pemilik akun @lingganesia yang cangkemnya rusuh, tapi hatinya teduh.

A working class doctor, physician for the poor and the desperate.

Penulis yang sedang mencoba menjadi warga negara yang baik

Sementara mahasiswa Montclair State University, New Jersey. Lahir di Manado, besar di Padang. Berasa jadi penulis.

Saya dua puluh dua tahun, lahir Semarang besar di Blora. Saat ini sedang menempuh studi Pendidikan Dokter tahun akhir di Universitas Mulawarman Samarinda.

Peternak huruf. Sejauh ini sudah pernah menulis cerpen, puisi, novel, maupun esei. Kadang-kadang tulisannya ada yang nongol di koran.

Cuma pembuat kata-kata, apalah arti kata-kata, apalah arti saya.

Penulis adalah manusia yang meyakini dunia suatu saat nanti pasti akan kiamat

Dosen Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta/Direktur Indonesian Muslim Crisis Center

Ingin menjadi kru terakhir bajak laut Mugiwara no Luffy.

Penulis lepas (buku, esai, dan cerpen). Tinggal di Jakarta.

Penyuka mie ayam yang sesekali menulis untuk senang-senang.

Tiba di Indonesia satu tahun yang lalu. Suka membaca buku Indonesia, berlatih bahasa Indonesia, dan sering menulis tentang Indonesia untuk majalah bule.

Pemuda harapan tetangga. Setidaknya demikian kata Zen RS. Pernah mengelola tabloid parodi Tomatoes tetapi KZL karena yang terkenal malah Mojok.

Penghuni warung kopi yang sedang bercita-cita ingin punya usaha warung kopi. Tinggal sementara di Kota Kediri, Jawa Timur. Alamat Facebook, Mukhsin Kota Al Florezy, adalah satu-satunya akun media sosial yang dimiliki.

Bapak rumah tangga, pekerja serabutan di Kendari.

Mahasiswa yang ke-maha-annya dipertanyakan. Punya afeksi berlebih pada tempat tidur.

Mahasiswa. Anak dari ibunya, dan sedang mencari calon ibu untuk anak-anaknya. Koordinator di Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) pelanggan setia warteg samping kontrakan

Karyawan swasta, tukang komentar ngaco yang bertanggungjawab di wordpress (akupikirakuada.wordpress.com)

Akrab Disapa Awang Blackdog, Pemusik dan Penulis yang Mengawang-ngawang. Tinggal di Padang

Seorang Guru yang mengantongi 150 mimpi, dan begitu jatuh hati dengan Literatur dan Negeri ini

Mahasiswa sastra semester tua. Cuma hobi memainkan kata. Bukan mainin hati pria.

Sudah satu tahun menjadi penulis lepas di beberapa situs website. Masih berstatus mahasiswi. Tidak suka pasang foto asli di sosmed.

kelonable, pecandu kopi dan nikotin ning radoyan alkohol

Penulis dan Dosen agak muda IAIN Surakarta

Penyapa kucing, peminum kopi. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tanggung jawab akademik.

Bekerja di lepas pantai Selat Malaka. Seperti Rangga, lahir di tanggal 9 Maret.

Mahasiswa S2 di Universiteit Leiden, Belanda.

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi jurnalis freelance dan kadang iseng nulis.

Ibu setengah baya anak baru satu. Suka melihat video demo masak tapi ga pernah praktek.

Pria soleh asli Sidoarjo yang senantiasa membenci Aburizal Bakrie.

Mahasiswa Jurnalistik Unisba. Sedang pascasarjana.

Mahasiswa S-3 di Australia bidang media, budaya, dan seni kreatif. Seorang ibu yang sibuk mengurus rumah tangga sekaligus belajar. Hobi menulis politik dengan cara cantik.

Buruh media dan santri kalong. Pernah belajar hukum Islam di UIN Walisongo Semarang dan UII Yogyakarta.

Tidak percaya diri.

Aktif sebagai salah satu penggerak komunitas Jatijagat Kampung Puisi, Bali. Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi “Ensiklopedi Pejalan sunyi”.

Seorang mahasiswa penggemar olahraga mengolah bola, yang mencoba melihatnya tidak hanya dari banyaknya jumlah gol

Menulis apa saja yang melintas di depan mata. Cita-cita yang belum tercapai adalah menjadi penjaga pintu masuk bioskop. Twitter @Haisa_HS.

Kuliah di bandung. Tukang ngopi. Fans Juventus yang bias.

Orang Sunda.

Sedang nyantri di Solo. Suka makan karak, intip goreng, dan bebek goreng sambil ndegerin Langgam Jawa.

Mamah muda. Penulis kumpulan cerpen “Payudara”.

Ingat saja Kopi Hitam, manis tetapi tidak sepekat itu

Staf pengajar di Program Magister Ilmu Religi dan Budaya, Universitas Sanata Dharma

Jurnalis yang bekerja sampingan sebagai pemasar produk asuransi.

Pendekar dari Gunung Tidar. ​

Penonton film, penggemar musik 90-an, pembaca buku. Sesekali menulis blog. Saat ini bekerja di Pusat kebudayaan Prancis di jakarta.

Pernah menjadi penulis cerpen terbaik tingkat mahasiswa yang diselerenggarakan majalah Balairung UGM tahun 1998. Selain aktif memotrtet dan dimuat di National Geographic Traveler, Klik Kompas, Travelista Media Indonesia, Exposure Magazine, juga menulis tentang travel photography untuk majalah Digital Camera dan Chip Foto Video.

Duta besar Muntilan untuk Indonesia, biasa berkicau di @masjaki dan jaga warung di masjaki.com

Bukan Penulis, tapi Ingin Selalu Menulis

Wartawan Jawa Pos Radar Malang. Buku pertamanya berjudul Para Pembisik Kedunguan, kini sedang menyiapkan buku keduanya berupa kumpulan cerita pendek

To Top

Send this to friend