One Piece Dibawa ByteDance ke Dunia Game Bakal Bikin Nakama Topi Jerami Gatal Pengin Ngegame MOJOK.CO
One Piece Dibawa ByteDance ke Dunia Game Bakal Bikin Nakama Topi Jerami Gatal Pengin Ngegame MOJOK.CO

One Piece Dibawa ByteDance ke Dunia Game Bakal Bikin Nakama Topi Jerami Gatal Pengin Ngegame

MOJOK.CODikenal secara luas berkat aplikasi fenomenalnya bernama TikTok, ByteDance membawa game One Piece ke percaturan game online.

Sejatinya, semua dimulai ketika perusahaan asal Cina itu mengakuisisi Moonton, developer dari salah satu game online populer saat ini, Mobile Legends. Tak hanya itu, ByteDance juga mengakuisisi C4 Games, developer dari salah satu game legendaris, Red Alert.

Lewat langkah awal yang mantap tersebut, ByteDance lantas mulai bergeliat. Per April 2021 lalu, game pertama yang diproduksi ByteDance bersama China Mobile Games and Entertainmet (CMGE), resmi rilis ke pasar Cina. Dan tak tanggung-tanggung, hanya dalam 3 bulan saja, game tersebut mencuri perhatian khalayak luas.

Nama game tersebut diadaptasi dari salah satu manga terlaris dan terpopuler Jepang, yakni One Piece. Secara resminya, game besutan CMGE dan ByteDance tersebut diberi nama One Piece: The Voyage.


One Piece: The Voyage jadi game changer ByteDance

Meski belum ada kabar bahwa game ini akan rilis secara global, namun di pasar Cina, One Piece: The Voyage benar-benar mencuri perhatian.

Baca juga:  Membandingkan Kamera Mirrorless untuk Pemula, Pilih Fujifilm X-A5 atau Sony A6000?

Hanya butuh 2 minggu pertama sejak dirilis, game ini memuncaki daftar Top Free Games di App Store. Dan dalam 3 bulan kemudian, game ini konsisten memuncaki daftar Top Games App Store.

Dilansir dari South China Morning Post, One Piece: The Voyage menjadi game dengan pendapatan terbesar nomor 5 di pasar Cina pada Mei 2021. Sebuah prestasi gemilang yang patut jadi catatan penting karena ini adalah game produksi pertama ByteDance setelah memutuskan nyemplung ke dunia game online sejak awal 2021.

Setelah sukses besar dengan TikTok, yang disinyalir punya 600 juta daily active users per 2021, dunia game online adalah pasar yang nampaknya diincar ByteDance secara masif. Salah satu sumber internal perusahaan bahkan menyebut bahwa One Piece: The Voyage mendapatkan total $50 juta dalam 2 bulan setelah rilis pada 23 April 2021.

Meski begitu, Tencent, sebagai kompetitor ByteDance di kancah game online, masih perkasa di puncak pasar game online Cina karena meraup keuntungan di angka $264,5 juta per Mei 2021.

Sebagai gambaran secara umum, dari berbagai data yang dikutip dari Tech in Asia dan South China Morning Post, industri game di Cina secara total meraup keuntungan sekitar $18,6 triliun, dengan penambahan angka sebesar 5,3% dibanding 2020.

Yang jadi pertanyaan kemudian, apakah One Piece: The Voyage ini akan dibawa ke pasar Asia secara umum atau tidak, termasuk di dalamnya tentu Indonesia yang punya pangsa pasar menggiurkan terkait game online. Pasalnya hingga detik ini, belum ada kabar pasti terkait kabar siap dirilisnya game ini ke luar pasar Cina.

Baca juga:  Poco M3 Katanya Entry Level Killer tapi Jeroannya Serba Tanggung, Menyedihkan

Potensi pasar game online di Indonesia bisa jadi alasan ByteDance boyong One Piece: The Voyage

Meski dihantam pandemi secara telak, tapi ketika berbicara angka, pangsa pasar game online dan dunia eSports di Indonesia berada di jalur yang menjanjikan.

Dihimpun dari data Newzoo pada 2020 saja, Indonesia diklaim memperoleh pendapatan dari pasar game online di angka $1,74 miliar dan diprediksi akan mengalami kenaikan angka sebesar 32,7% tiap tahunnya.

Dari data yang terlampir di Peta Ekosistem Industri Game Indonesia saja, Kominfo mengklaim ada kenaikan hampir 350% terkait pangsa pasar game online di Tanah Air. Sebagai perbandingan kasar, pada 2015 saja, ada 42,8 juta pemain video game dengan pangsa pasar sebesar $321 juta. Angka pangsa pasar ini kemudian naik hampir 350% menjadi $1,1 miliar atau setara Rp60 triliun!

Bahkan di Asia Tenggara saja, Indonesia memuncaki daftar sebagai negara dengan pangsa pasar video terbesar di kawasan ini. Dan secara global, Indonesia ada di posisi 16.

Ini masih belum ditambah dengan bergeliatnya dunia eSports di Indonesia. Contoh nyatanya saja, tidak sedikit media arus utama yang rutin memberitakan berita terkait game online dan eSports.

Dengan pasar yang sedemikian potensial, sepertinya hanya tinggal tunggu waktu saja sebelum ByteDance siap memboyong One Piece: The Voyage ke Tanah Air.

Baca juga:  Vivo Apex 2019 vs Meizu Zero: Sama-Sama Tanpa Poni, Tanpa Tombol, dan Tanpa Lubang

Kalau saya, sih, membawa game One Piece ke Indonesia bakal sangat menjanjikan. Pasalnya, hingga kini, chapter baru manga karya Eiichiro Oda ini masih jadi serial paling ditunggu. Banyak manga bagus yang muncul dan konsisten, tapi One Piece punya daya tarik tersendiri.


Perdebatan yang sengit di antara fans terkait ending One Piece juga bisa diulik ke dalam game. Bagaimana jika, salah satu alternatif ending petualangan bajak laut Topi Jerami ternyata ada di game? Pada titik ini saja, saya sudah tertarik untuk segera mencobanya.

Yah, kita sama-sama tahu, ending One Piece adalah misteri dunia manga paling ditunggu. Untuk tidak dikatakan paling menyebalkan karena susah ditebak. Eiichiro Oda memang jenius yang menyebalkan.

BACA JUGA One Piece Mungkin Ceritanya Bermasalah, tapi Naruto Jelas-jelas Sampah dan ulasan game yang bikin greget lainnya di rubrik KONTER.