ilustrasi Drakor 'Racket Boys' Disebut Merendahkan Badminton Indonesia dan Bikin Penonton Geram mojok.co
ilustrasi Drakor 'Racket Boys' Disebut Merendahkan Badminton Indonesia dan Bikin Penonton Geram mojok.co

Drakor ‘Racket Boys’ Disebut Merendahkan Badminton Indonesia dan Bikin Netizen Berdebat

MOJOK.CO – Drakor Racket Boys dikritik setelah dinilai merendahkan citra badminton Indonesia. Tapi, ada yang bilang kritikan itu lebay.

Sebuah drama Korea Selatan terbaru yang tengah tayang, ternyata semat memicu protes dan kritik dari penonton Indonesia. Drakor tersebut berjudul Racket Boys yang menceritakan sekumpulan pemuda yang meraih mimpi untuk jadi atlet badminton internasional. Setelah pada episode 4 drakor Racket Boys memperlihatkan bendera Indonesia berkibar, di episode 5 justru banyak dialog yang dianggap merendahkan nama badminton Indonesia.

Sebagai pihak lawan, tim Indonesia di drakor Racket Boys memang mustahil dimenangkan. Terlebih lagi, atlet dan pertandingan dalam drama ini memang sengaja dibuat fiktif. Tentu saja ini akan fokus pada perjalanan karier tokoh-tokohnya sendiri. Namun, ada beberapa bagian dalam dialog di episode 5 yang dinilai merusak citra badminton Indonesia di mata dunia.

#1 Dialog soal fasilitas yang disediakan oleh Indonesia sebagai tuan rumah

Ada beberapa dialog yang memperlihatkan pelatih badminton tampak protes dengan apa yang disediakan oleh Indonesia sebagai tuan rumah. Indonesia disebut memberikan fasilitas yang buruk terhadap atlet yang bertandang, mulai dari penginapannya yang nggak bagus sampai tempat berlatih tanpa AC. Sedangkan, menurut drakor Racet Boys, atlet Indonesia dibiarkan berlatih di tempat pertandingan.


Adegan tersebut juga seolah menggambarkan bahwa Indonesia memang selalu buruk dalam memperlakukan atlet yang bertandang. Dialog, “Sabar, Pak Fang. Mereka memang selalu begini.” memicu banyak penonton drakor ini untuk protes.

#2 Suporter Indonesia dibilang suka mengejek lawan

Ketika bertanding, drakor Racket Boys menceritakan bahwa suporter Indonesia terlalu berisik dan suka mengejek lawan. Bahkan ketika pihak lawan kalah, suporter Indonesia nggak kalah ramai dan cenderung bikin mental atlet makin drop.

Suporter badminton Indonesia memang terkenal heboh, BWF dan insiden All England sudah cukup membuktikannya. Namun, beberapa orang membantah mereka suka mengejek lawan ketika mereka menang. Beberapa netizen bahkan menilai penggambaran itu berlebihan. Beberapa suporter yang datang ke pertandingan badminton justru meramaikan acara ketika tidak ada tim Indonesia yang bermain. Beberapa netizen mengaku pernah secara sukarela jadi suporter negara lain, termasuk tim Korea Selatan.

#3 Skor yang tidak masuk akal

Saat pertandingan women single Indonesia vs Korea Selatan, skor dalam drakor Racket Boys juga dipermasalahkan. Skor yang ada di drama adalah Ivana Putri vs Han Seyoon 9-21, 7-21. Hal ini dinilai berlebihan mengingat tim badminton Indonesia nggak seburuk itu dalam bermain. Banyak netizen yang khawatir kalau badminton Indonesia di mata dunia dinilai buruk. Sudah menyediakan fasilitas yang minim, suporter yang tidak sopan, sampai atlet yang kualitasnya kacangan.

***

Permasalahan ini memang menimbulkan pro dan kontra. Banyak fans drakor Racket Boys yang menyampaikan keluhan ini langsung ke pihak stasiun televisi Korea, ada juga yang bersilaturahmi ke instagram writer-nim drakor ini. Nggak sedikit yang bikin rating Google users-nya turun drastis. Drakor ini sempat mencapai rating 95% Google users. Hingga artikel ini ditulis, rating tersebut kini berjumlah 25%. Kekuatan netizen Indonesia kok pakai ditanya.

Berkebalikan dengan itu, beberapa netizen menilai kritikan tersebut lebay. Ada yang membela bahwa terkadang fasilitas yang diberikan di wisma atlet memang kurang memuaskan, pihak Korea Selatan pernah protes beneran. Namun, ada yang bilang bahwa hanya atlet Korea Selatan yang merasa demikian. BWF justru pernah memuji penyelenggaraannya.

Suporter Indonesia juga dianggap sebarbar itu ketika pertandingan badminton, bikin berisik dan menjengkelkan. Nggak sedikit juga yang berpendapat bahwa drama ini cuma fiksi dan jalan cerita demikian nggak usah dimasukkan ke hati. Apalagi Indonesia dalam drakor Racket Boys adalah pihak lawan.

Namun, begitulah, pihak yang merasa perlu mengkritik drakor ini jumlahnya tidak kalah banyak dan tidak bisa disepelekan. Terlebih, mereka justru dari pihak fans drama Korea ini sendiri. Jumlah penonton drakor di Indonesia juga sangat banyak dan cabang olahraga badminton juga bukan perkara yang sepele bagi orang Indonesia. Tentu polemik ini bakal berpengaruh terhadap industri drama Racket Boys ke depan.

BACA JUGA Drakor Vincenzo: Ketika Penjahat Cuma Bisa Kalah Sama Penjahat Lain yang Lebih Kuat dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.