Jadwal Liga 1: Menguji Keampuhan Sanksi PSSI Kepada Persib di Laga Arema vs Persebaya

Menguji Keampuhan Sanksi PSSI Kepada Persib di Laga Arema vs Persebaya

MOJOK.COJadwal Liga 1: Laga Arema vs Persebaya adalah laga dengan risiko tinggi ketika Aremania duduk bersama Bonek di satu stadion. Sanksi PSSI kepada Persib diuji keampuhannya.

Ketika Komisi Disiplin menghentikan semua pertandingan di jadwal Liga 1 untuk “berkonsentrasi” merancang sanksi sekreatif mungkin untuk Persib, sebuah “laga amal” digelar di Malang. Laga yang dihelat untuk mengenang almarhum Haringga Sirilla dan semua korban kekerasan suporter di Indonesia itu mempertemukan Arema FC dan Madura FC.

Laga amal yang menyesuaikan jadwal Liga 1 yang seharusnya berjalan sejuk dan penuh rasa tanggung jawab itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Di atas lapangan, laga berjalan cukup panas, selayaknya pertandingan liga pada umumnya. Di atas tribun, suasana jauh lebih panas ketimbang di atas lapangan. Gesekan terjadi, tetapi bukan antara suporter Arema dengan Madura FC.

Yang terjadi adalah gesekan tidak kasat mata, antara Aremania dengan “saudara tua” mereka, Bonek, suporter Persebaya Surabaya. Nyanyian suporter itu terdengar nyaring, terbawa, merembet ke televisi dan menyapa telinga jutaan pasang mata dan telinga yang menonton laga amal tersebut. Nyanyian kasar yang seharusnya tidak mendapat tempat lagi di tribun suporter Indonesia.


Ketika Aremania masih mengumandangkan “Bonek J****k”, status laga amal itu menjadi luruh. Kata amal yang terbangun di laga antara Arema vs Madura FC tersebut hanya sekadar pertandingan untuk mengumpulkan uang semata. Uang untuk menyantuni korban kekerasan suporter di Indonesia.

Padahal, laga tersebut seharusnya menjadi momentum yang sangat baik. Sebuah momentum untuk tidak lagi menggaungkan pesan-pesan kekerasan, apalagi menjelang laga Arema vs Persebaya. Itulah “amal” yang lebih indah ketimbang uang semata. Beramal kesempatan dan tenaga untuk menyebarkan pesan damai. Sayang, nyanyian kasar itu yang justru terdengar.

Baca juga:  Johar Lin Eng, Tersangka Pengaturan Skor: Sehat “Jasmani”, Sakit “Rohani”?

Nyayian kasar itu akan menumpuk di benak suporter. Membangun sebuah pemahaman bahwa suporter lawan memang sudah selayaknya untuk dilukai. Sebuah himne yang tidak boleh lagi dikumandangkan secara khusyuk. Sebuah himne yang membuat almarhum Haringga Sirilla meninggal secara tragis. Lantas, bagaimana dengan laga Arema vs Persebaya nanti?

Situasi inilah yang nantinya akan menjadi parameter keampuhan sanksi PSSI kepada Persib Bandung. Konon, sanksi yang sangat keras tersebut merupakan momentum Komisi Disiplin untuk membuat jera suporter di Indonesia yang suka kekerasan. Bobotoh, dijadikan percontohan. Harapannya, suporter klub lain akan jeri ketika hendak melakukan kekerasan.

Kamu sudah tahu isi sanksi PSSI untuk Persib? Begini bunyinya:

Sanksi PSSI untuk Persib sebagai klub:

Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi kepada official Persija saat MCM, melakukan sweeping, pengeroyokan, dan pemukukan terhadap suporter Persija hingga tewas.

Hukuman: sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Sanksi untuk suporter:

Jenis pelanggaran: melakukan intimidasi kepada official Persija saat MCM, melakukan sweeping, pengeroyokan, dan pemukukan terhadap suporter Persija hingga tewas.

Hukuman: sanksi penonton dan/atau suporter berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat home atau away serta pertandingan jadwal Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.

Sanksi untuk panpel:

Jenis pelanggaran: suporter Persib melakukan intimidasi kepada tim Persija saat MCM, melakukan sweeping, pengeroyokan, dan pemukukan terhadap suporter Persija hingga tewas. Panlel gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.

Baca juga:  Dapatkah Kita Memahami Ulah Brutal The Jak?

Hukuman:

  1. Sanksi kepada ketua panitia pelaksana pertandingan & security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama dua tahun.
  2. Panpel Persib Bandung dedenda sebesar Rp100.000.000.
  3. Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju, dan atribut lainnya dengan cara apa pun.

Untuk semua tersangka pengeroyokan almarhum Haringga Sirila, semuanya dikenakan larangan menonton sepak bola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Apakah sanksi tersebut sudah sukses menghantam benak suporter klub lain? Mari kita lihat  kejadian penting menjelang derby Jatim.

Menjelang laga Arema vs Persebaya

Merespons jadwal Liga 1 yang mempertemukan Arema vs Persebaya, Jumat (5/10) yang lalu, dirigen Aremania, Yuli Sumpil, menegaskan bahwa mereka menolak dengan tegas kedatangan Bonek di Malang. Yuli Sumpil menyampaikan bahwa Aremania enggak dibenturkan dengan pihak kepolisian dan memilih menghormati nota damai suporter. kekhawatiran Yuli Sumpil memang terdengar logis.

Tanpa proses rekonsiliasi dan edukasi yang cukup, sangat sulit mendudukkan Aremania dan Bonek di dalam satu stadion. Apalagi kepolisian hanya mengerahkan dua ribu personel untuk pengamanan laga Arema vs Persebaya. Sebanyak apapun polisi atau tentara yang dikerahkan, menghalau ribuan massa yang masih menyimpan dendam, adalah kerja yang hampir mustahil.


Menjadi sangat tidak masuk akal ketika di laga amal yang lalu, Yuli Sumpil “memimpin” Aremania untuk melagukan himne “Bonek J****k”. Seharusnya, dari kejadian itu saja kita tahu bahwa laga Arema vs Persebaya adalah laga dengan risiko tinggi ketika kedua suporter dipertemukan di dalam stadion.

Suporter membangun alam bawah sadar kekerasan dalam waktu yang lama. Sangat tidak mungkin, hanya dengan sanksi berat kepada Bobotoh, alam bawah sadar kekerasan itu langsung terhapus. Hasil instan dari sanksi PSSI itu tidak akan terjadi. Toh PSSI, yang diwakili Komisi Disiplin, yang memosisikan diri mereka sebagai hakim saja, lantas cuci tangan.

Baca juga:  Menghitung Penghasilan Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara Merangkap Ketua PSSI

PSSI adalah pengayom yang jahat ketika hanya mau “menampar” tanpa memberikan edukasi atau menjadi fasilitator rekonsiliasi Aremania dengan Bonek, dan semua suporter yang masih bertikai. Pada akhirnya, saya berani bertaruh, ketika terjadi kerusuhan, PSSI akan dengan sigap mengutip duit sanksi.

Ketika resistensi antar-suporter masih terasa dengan kuat, jangan harap sanksi PSSI kepada Persib dan Bobotoh akan sukses. Di hati yang terdalam, saya ingin sanksi PSSI kepada Bobotoh dan Persib akan sukses menjadi “juru jera”. Tetapi, akal sehat saya mementalkan harapan itu.

Hari Jumat yang lalu, diskusi saya dengan Persis Solo fans mengerucut ke sebuah kesimpulan bahwa edukasi yang panjang adalah salah satu jalan terbaik memutus rantai warisan kekerasan suporter. Bukan hanya dengan sekadar sanksi atau hukuman yang terdengar keras saja dan mengharapkan hasil instan.

Keampuhan sanksi PSSI kepada Persib bakal diuji di laga Arema vs Persebaya. Satu nyanyian kekerasan yang berkumandang sudah cukup menegaskan bahwa sanksi PSSI itu tiada faedahnya.

Jadwal Liga 1:

Jadwal Liga 1: Arema vs Persebaya | Stadion Kanjuruhan, Malang | Sabtu, 6 Oktober 2018 | Live Indosiar, pukul 15.30 WIB |

Jadwal Liga 1: Sriwijaya FC vs Bali United | Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang | Live Indosiar, Sabtu, 6 Oktober. pukul 18.30 |

Jadwal Liga 1: PS TIRA vs Bhaayangkara FC | Stadion Sultan Agung, Bantul | | Live streaming, Sabtu, 6 Oktober. pukul 18.30 |